Sabtu, 23 Februari 2013

Diduga Foto Mesum Datunsolang Beredar, BK Deprov Gelar Rapat Mendadak

Kantor DPRD Sulut
DEPROV, FOKUSMANADO.COM - Terkait beredarnya 6  (enam) foto  mesum yang melibatkan Anggota DPRD sulut, Kamis (21/2) badan kehormatan DPRD Sulut melakukan pertemuan  mendadakRapat di ruangan rapat dua, yang di pimpin Djafar Alkatiri.

Pada pertemuan itu, Badan Kehormatan membahas soal  penyebaran foto mesum yang diduga melibatkan AD alias Datunsoang anggota DPRD sulut, sebagai model  utama pada foto mesum itu.

“ pertemuan tadi, telah di sepakati bahwa hari Senin tanggal (25/2) Badan Kehormatan berencana memanggil AD yang diduga sebagai model utama pada foto mesum yang sudah menyebar di media massa. ‘Kata Alkatiri yang didampingi Rasky Mokodompit
Soal Pemanggilan itu katanya, BK ingin mengetahui pasti apakah benar informasi yang melibatkan anggoa DPR sulut dari Dapil Bolmong itu telah melakukan prilaku tak terpuji sebagai wakil rakyat. Jika memang  benar hal itu terjadi, maka setelah selesai meminta keterangan dan klarifikasi dari yang bersangkutan akan dikenai sanksi sesuai Tata Tertib (Tatib) Dewan.
Sanksi pertama adalah melakukan teguran secara lisan kemudian secara tertulis, dan seterusnya pemeran utama pada foto msum itu akan diberhentikan dari alat kelengkapan dewan.

Sumber: fokusmanado.com

Jumat, 22 Februari 2013

Wali Kota Manado Bawah Pulang Adipura Tahap Satu

Wali Kota Manado, Dr. Ir. G. S. Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA
saat menunjukkan piala Adipura
MANADO, FOKUSMANADO.COM - Asisten Pemerintahan dan Kesra (As1), Obrien Franky Mewengkang, S.IP, Kepala BLH, Drs. Josua Pangkerego dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertanaman, J. Ohlers, SH melakukan expose hasil penilaian Adipura tahap I dan persiapan penilaian Adipura tahap II.

Menurut Mewengkang, Wali Kota sudah merebut piala Adipura tinggal SKPD dan seluruh PNS di jajaran pemerintah kota Manado yang mempertahankan.

Expose penilaian Adipura tahap I memperlihatkan, pengolahan dan pemilahan sampah masih bermasalah.
"Pengolahan sampah untuk menjadi kompos tidak maksimal dan belum kontinu. Kompos jangan hanya sekedar tempatnya, tapi harus diolah," kata Mewengkang, Kamis (21/2) lalu.

Sementara itu, Pangkero mengatakan, pengolahan sampah minimal 14 persen dari timbunan sampah, sedangkan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) minimal 20 persen dari luas administrasi.

"Sesuai instruksi Presiden dalam Gerakan Indonesia Bersih (GIB), ada 6 lokus untuk penilaian Adipura, yang nilainya tidak boleh kurang dari 71 yaitu, transportasi, pasar, perkantoran, sekolah, Puskesmas/RS, dan perairan terbuka,"jelasnya.

Lanjutnya, hasil expose penilaian Adipura tahap I memperlihatkan antara lain, perumahan dan sungai Malalayang, pemukiman Sario, TPA Sumompo, drainase, pemilahan sampah, salter (saluran terbuka) dan drainase, semuanya memiliki nilai cukup (60-70).

"Pemilahan sampah bernilai jelek (nilai 30 dari rentang nilai 30-45),"ungkapnya.

Pintu masuk untuk mendapatkan Adipura Kencana bagi kota Manado sudah ada, yaitu melalui pernyataan Menteri Lingkungan Hidup ketika meresmikan bank sampah di Kelurahan Karombasan Utara, dan penghargaan 'Langit Biru' dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang diterima oleh Walikota Manado pada tanggal 17 Desember 2012.

Sumber: fokusmanado.com

Wali Kota Manado Balas Kesalahannya Dengan Menyetir Mobil Sampah

Wali Kota Manado, Dr. Ir. GS. Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA
terlihat saat membatu Warga
MANADO, FOKUSMANADO.COM -Wali Kota Manado Dr. Ir. GS. Vicky Lumentut, SH, M.SiRabu (20/2) lalu, usai mengikuti kegiatan pengukuhan Komite International Commission on Irrigation and Drainage (ICID), langsung memonitor tim dari Pemerintah Kota Manado yang ditugaskan di wilayah yang terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor.

Lokasi pertama yang ditujuh oleh Wali Kota Komo Luar dan Karame.

Di Karame, Wali Kota mengangkat sampah dan menyetir sendiri mobil pengangkut sampah.
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Obrien Franky Mewengkang, anggota DPRD kota Manado James Karinda dan Moris Korah, ketua BKSAUA Kota Manado  Pdt. Roy Lengkong dan sejumlah kepala SKPD turut bersama-sama Wali Kota ikut mengangkat sampah.

Selain di Karame, pembersihan sampah pascabencana juga berlangsung di Sumompow dan Mahawu melibatkan bantuan dari TNI-Polri, anggota Dewan, Sat Pol PP.

Banyaknya sampah yang bertebaran di Manado, Pemerintah merasa kekurangan mobil pengangkut sampah dan telah menyewa sejumlah mobil untuk mengakut sampah.

Sampai rumah-rumah ibadah dibersihkan oleh jajaran pemerintah kota Manado yang dibantu oleh TNI-Polri, anggota Dewan, BKSAUA, dan SKPD.

Wali Kota mengharapkan agar kepala lingkungan jangan menahan bantuan untuk masyarakat.

Sumber: fokusmanado.com

DPD RI Bantu Bencana di Sulut

Bantuan DPD RI yang diterima oleh
Pemprov Sulut dan Pemko Manado
MANADO, FOKUSMANADO.COM- Musibah banjir dan tanah longsor di Sulawesi Utara beberapa lalu terus mendapat perhatian dari berbagai pihak, kali ini Dewan Perwakilan Daerah R.I mengunjungi Sulut sebagai bentuk kepedulian dan rasa senasib sepenanggungan dengan keluarga korban. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua DPD R.I Irman Gusman yang diterima Sekprov Sulut S.R. Mokodongan mewakili Gubernur Sulut di Ruang VIP Pemprov Sulut Bandara Sam Ratulangi ManadoKamis (21/2) lalu.

Kepala BPBD Sulut Hoyke Makarawung dihadapan Sekprov Sulut, Wali Kota Manado Vicky Lumentut, Asisten Administrasi Umum Edwin Silangen, Kaban Kesbang Prov Sulut Gun Lapadengan serta beberapa pejabat terkait menjelaskan kepada rombongan mengenai data bencana, jumlah korban jiwa, serta kerugian yang diakibatkan bencana banjir dan tanah longsor tersebut lengkap dengan situasi terkini yang dihadapi korban. “Pada saat ini Pemerintah Provinsi Sulut bekerja sama dengan Pemerintah Kota dan Kabupaten yang terkena dampak bencana telah melakukan langkah-langkah penanganan, serta bekerja sama dengan Tim SAR, Unsur TNI, serta pihak-pihak terkait dalam rangka penanganan bencana beberapa waktu lalu”.

Maksud kedatangan rombongan menurut Irman Gusman adalah sebagai bentuk bela sungkawa yang mendalam dari seluruh elemen Bangsa Indonesia atas apa yang terjadi di Sulut beberapa waktu yang lalu. “Kami hadir disini juga dalam rangka melakukan koordinasi dengan pihak terkait yakni Kementrian PU, Kementerian Sosial, BNPP, Depsos, Pemerintah Daerah serta seluruh elemen yang terlibat dalam penanganan pasca bencana di Sulut, sambil membawa bantuan guna membantu meringankan beban bagi yang tertimpa bencana”, ungkap Gusman yang didampingi Anggota DPD asal Sulut Marhany Pua.

Sekprov Sulut didampingi Asisten Administrasi Umum Edwin Silangen menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian dan empati dari Ketua DPD R.I bersama rombongan sambil berharap agar hal ini dapat menyembuhkan trauma korban dengan cepat. Pada kesempatan ini Sekprov menyampaikan usul melalui DPD R.I untuk melengkapi peralatan penanganan bencana di Daerah di Seluruh Indonesia. “Untuk kedepan saya mengusulkan ke Pemerintah Pusat melalui DPD R.I kiranya dianggarkan pengadaan alat berat seperti ekskavator di masing-masing Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Seluruh Indonesia, sehingga ketika terjadi bencana, tidak harus menunggu ketersediaan alat berat dari Dinas PU, yang kita tahu bersama alat tersebut biasanya digunakan untuk proyek-proyek pembangunan”.

Rombongan kemudian bertolak ke lokasi posko tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor kota Manado yang berlokasi di Pasar Paal II Manado. Disana rombongan disambut oleh Wakil Walikota Manado, Pemerintah Kecamatan dan Keluarahan, Unsur TNI, SAR, unsur BPBD Sulut, serta warga masyarakat. Ditempat tersebut Ketua DPD R.I menyerahkan bantuan DPD RI Peduli berupa uang sejumlah Rp. 150.000.000,- yang diterima oleh Asisten III Pemprov Sulut dan diteruskan kepada Walikota Manado untuk diserahkan kepada keluarga dan korban bencana alam.

Sumber: fokusmanado.com

Pemuda Pancasila Santuni Korban Banjir di Paal 4

Pemuda Pancasila ketika memberikan bantuan di Paal 4
Pemuda Pancasila ketika memberikan bantuan di Paal 4
MANADO, FOKUSMANADO.COM - Pemuda Pancasila (PP) Sulawesi Utara (Sulut) dibawa pimpinan Herry Tombeng SH, terus menunjukan eksistensinya sebagai ormas yang sangat peduli terhadap korban bencana alam.

Hal ini dibuktikan dengan memberikan bantuan makanan dan minuman kepada masyarakat yang terkena banjir di Kelurahan Paal 4 Lingkungan 3 Kecamatan Tikala, Rabu (20/2) lalu.

Rombangan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I MPW Pemuda Pancasila Sulut, Hendrik Manosoh, didampingi Wakil Ketua Pemuda Pancasila Kota Manado, Deky Maskikit bersama pengurus lainnya, dan langsung diterima oleh Lurah Paal 4, J.CB Sumolang serta warga setempat.

“Meskipun tak banyak, mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara sekalian yang ditimpah bencana. Jangan dilihat dari jumlah atau bantuan yang saat ini kami bawa, tapi ini adalah murni kepedulian dan keterpanggilan ormas Pemuda Pancasila untuk membantu masyarakat yang ditimpa bencana,” ujar Manosoh yang diapresiasi Lurah Paal 4 serta warga.

Sementara itu menurut, Lurah Paal IV J.Ch.Sumolang, sampai saat ini pihaknya masih membuka dapur umum bagi korban banjir dan mendapatkan sokongan dari Pemerintah Kota Manado dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Sumber: fokusmanado.com

Joudy Watung: Citra Land Tak Layak Dijadikan Pemukiman

Joudy Watung Wakil Ketua DPRD Sulut
DEPROV, FOKUSMANADO.COM - Wakil Ketua DPRD Sulut, Joudy Watung menegaskan bahwa kompleks perumahan elite Citra Land dikawasan Winangun, tak layak untuk dijadikan pemukiman warga.

Alasannya, area perumahan tersebut rawan longsor, apalagi sebagian besar rumah-rumah yang telah dibangun berada diatas tebing. Bahkan, beberapa hari lalu terjadi tanah longsor dikompleks perumahan tersebut, dengan menelan sejumlah korban jiwa.

“Struktur tanah disana tinggi-tinggi, sehingga tidak layak untuk dijadikan area pemukiman. Dengan kejadian yang baru saja menimpa sejumlah keluarga disana, pihak pengembang Citra Land haruslah sepenuhnya bertanggung jawab atas kejadian ini," tegas Watung.


Sembari menambahkan kalau Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut sudah memanggil sejumlah pengembang yang ada untuk dimintakan agar menghindari pembangunan rumah pemukiman di daerah rawan bencana.

Sumber: fokusmanado.com

Pemko Manado Seriusi Atasi Kemacetan di Pusat Kota

http://www.fokusmanado.com/search/label/Manado
Wakil Wali Kota Manado
Harley Mangindaan saat pimpin rapat
MANADO, FOKUSMANADO.COM - Wakil Wali Kota Manado yang juga Ketua Forum Lalulintas Manado (FLM) Harley AB Mangindaan, SE, MSM menyatakan, kemacetan yang terjadi di Manado, harus dilihat dari berbagai aspek dan diatasi bersama.

"Kita harus melihat, apakah kemacetan itu akan menaikan nilai seseorang dan sesuatu atau tidak," kata Wawali, dalam panel diskusi kupas tuntas penyebab dan solusi kemacetan di Manado, Selasa.

Menurut Wawali, jika dilihat dari sisi para pengguna jalan seperti pengemudi kendaraan bermotor, tentu saja hal tersebut merugikan, namun dari sisi pengusaha itu sudah pasti menguntungkan.

Ia menyebutkan, para Pedagangan Kaki Lima (PKL) atau pedagangan asongan dan pengusaha besar misalnya, akan lebih senang kalau jalannya macet sehingga banyak orang singgah atau berbelanja.

"Minimal dengan kemacetan yang terjadi, maka para penumpang kendaraan bermotor akan membeli sesuatu pada PKL seperti air mineral, begitu juga dengan pusat perdagangan," kata Mangindaan.

Namun menurutnya, ada juga yang merasa keberatan dengan kemacetan, seperti pengusaha perhotelan, karena akan membuat para tamu merasa tidak nyaman, dan inilah yang harus menjadi perhatian semua pemangku kepentingan di Manado, sehingga harus bersama-sama diselesaikan."ujar Wawali.

Anggota DPRD Manado Franklin Sinjal mengatakan, kemacetan adalah masalah klasik yang harus diselesaikan oleh semua pemangku kepentingan secara bersama.

"Pemerintah dan DPRD sempat punya pemikiran untuk membangun sebuah gedung parkir tetapi menurut saya itu tidak akan menjadi solusi masalah," kata Sinjal.

Sebab menurutnya, jika hanya dibangun di satu lokasi, bagaimana dengan orang yang tujuannya jauh dari kawasan itu, apakah harus berjalan kaki dengan jarak yang jauh atau pakai kendaraan alternatif, itu akan menjadi masalah baru.

Pengusaha muda Manado Jimmy Asiku mengatakan, sebagai pelaku usaha kemacetan sebenarnya memberikan keuntungan tersendiri bagi mereka, karena akan banyak orang singgah dan memilih berbelanja.

"Saat macet, banyak yang memilih datang dan berbelanja,sebab setiap sehari kami selalu kedatangan sekitar 25 ribu pengunjung dan ini angka yang bagus,"kata Asiku.

Namun ia mengatakan, bukan hanya itu tujuan mereka sebagai pengusaha, karena sebagai warga Manado, pengusaha juga punya visi untuk membangun kota ini lebih baik kedepan, sehingga menjadi makin maju, dan salah satu solusinya adalah memecah kemacetan dengan membuat pusat bisnis baru di wilayah lainya.

Sumber: fokusmanado.com

Inilah Data Terbaru Korban Bencana di Manado

http://www.fokusmanado.com/search/label/Manado
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado
saat melakukan tinjauan ke penduduk Manado yang kena bencana
MANADO, FOKUSMANADO.COM - Data terbaru bencana banjir dan tanah longsor di kota Manado berdasarkan data BPBD Manado adalah kepala keluarga (KK) yang terkena bencana berjumlah 12.453, terdiri dari 11.935 KK korban banjir dan 518 KK korban longsor.

Sedangkan Jumlah total akibat dampak banjir dan longsor berjumlah 41.863 dengan rincian 40.018 jiwa korban banjir dan 1845 jiwa korban longsor.

Jumlah total rumah warga masyarakat yang rusak 4.220 dengan rincian 3.579 rusak ringan dan 641 rusak berat. Korban jiwa/meninggal dunia 10 orang.

Selain bantuan dari pemerintah kota Manado, ada juga bantuan dari masyarakat seperti mengevakuasi korban, bantuan bahan makanan, pakaian, pendirian pos kesehatan, PMI dan bantuan lainnya seperti yang dilakukan oleh Posko Peduli Kasih (love care), Tim Doa Transformasi dan Familylife Manado. Bantuan lainnya tanggal 18 Februari 2013 datang dari Angkasa Pura Airports.

Jenis bantuan yang diberikan antara lain, beras, air mineral, selimut, pakaian dalam wanita dan sejumlah kebutuhan lainnya.

Sumber: fokusmanado.com

Kepedulian Wali Kota Manado Bagi Warga Bencana Melebihi Segalanya

http://www.fokusmanado.com/search/label/Manado
Wakil Wali Kota Manado Harley Mangindaan
saat membantu membersihkan sisa - sisa sampah
akibat bencana banjir di kota Manado
MANADO, FOKUSMANADO.COM - Usai Banjir di Kota Manado membuat sampah bertebaran dimana - mana, dengan hal itu, sebagai Wakil Wali Kota Manado,DR (C) Harley AB Mangindaan peduli dengan warga yang kena bencana.

Setelah usai menggelar Apel Kesiapan Kebersihan Kota Pasca Banjir dan Tanah Longsor di Pelataran Parkir Kantor Wali Kota Manado, Wakil Wali Kota Manado bersama rombongan menuju SMP 11 Manado yang berlokasi di Sumompo dan Mahawu membantu warga membersihkan rumah -rumah penduduk yang terendam banjir serta akses jalan yang tertutupi barang-barang milik warga yang diungsikan.
Wawali pun tanpa sungkan-sungkan membantu mengangkat perabot warga yang sebagian besar rusak akibat terendam banjir dengan bantuan TNI dan Satpol -PP.

"Pemkot selalu berusaha hadir ditengah masyarakat untuk membantu dan menjawab keluhan para warga"ujar Wawali yang turut berterima kasih kepada TNI yang membantu warga sejak kejadian terjadi.

Sumber: fokusmanado.com

Boltim Peduli Bencana Di Kota Manado

Bupati Boltim Sehan Landjar
saat menyerahkan bantuan kepada Wakil Wali Kota Manado
DR (C) Harley AB Mangindaan SE, MSM
BOLTIM, FOKUSMANADO - Persaudaraan Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dengan Kota Manado, ditunjukanBupati Boltim Sehan Landjar denganmemberikan secara langsung sumbangan uang tunai 100 juta rupiah serta ratusan paket makanan siap saji plus ratusan dos air mineral  ke warga korban bencana manadoyang diterima Wakil Wali Kota Manado, DR (C) Harley AB Mangindaan SE, MSM Rabu (20/2) lalu di Pelataran Kantor Wali Kota dan dilapangan kelurahan Ketang Baru.

"Boltim dan Manado adalah saudara, pilu dan duka yang dirasakan warga Manado juga turut dirasakan warga Boltim" tutur Landjar.
Diakui Landjar, meski di Boltim juga ada banjir dan longsor tapi bencana di Manado memang paling parah sehingga warga dan pemerintah Boltim ikut bersama-sama merasa prihatin.

"Selain bantuan uang tunai serta makanan, Pemkab Boltim juga menyiapkan Mobile Medical Center (MMC) yang akan standby di Manado hingga minggu depan. Ada dokter dan perawat yang disiapkan selain itu kendaraan tersebut bisa menampung puluhan pasien termasuk operasi. Ini kami siapkan tulus untuk warga Manado" terang Landjar.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Manado, DR (C) Harley AB Mangindaan SE, MSM pun menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Boltim dan warga Boltim yang ikut membantu korban warga kota manado.

"Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kami yang tertimpa musibah. Dari lubuk hati yang paling dalam saya bersama Walikota serta masyarakat Manado mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian Bupati Boltim Sehan Landjar yang mengantarkan langsung bantuan ke Manado lengkap dengan personil kesehatan.Torang Samua Basudara. Tuhan memberkati,"pungkas Mangindaan.

Sumber: fokusmanado.com

Kadis PU Usulkan Pemerintah Pusat Bangun Jalan Alternatif di Manado

http://www.fokusmanado.com/search/label/Manado
Ir. Eddy Kenap
Kadis PU Provinsi Sulawesi Utara
MANADO, FOKUSMANADO.COM - Kadis PU Ir. Eddy Kenap mengusulkan agar pemerintah pusat dapat membantu dibangunnya jalan alternatif di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut),Rabu (20/2) dini hari.

Menurutnya, dengan dibangunnya jalan alternatif di Sulut khususnya di Kota Manado, jika ada bencana, kendaraan bisa berjalan dengan bebas.

"Apabila terjadi bencana, tidak akan kesulitan untuk melakukan evakuasi bagi korban bencana, ataupun kendaraan akan aman berjalan di jalan alternatif itu,"pungkasnya.

Sumber: fokusmanado.com

Manado Dapat Bantuan 200 Juta Dari Pemprov Sulut

http://www.fokusmanado.com/search/label/Manado
Wali Kota Manado, Dr. Ir. GS. Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA
saat menerima bantuan bencana dari Pemprov Sulut
MANADO, FOKUSMANADO.COM - Pemerintah Provinsi Sulut, lewat GubernurDr. Sinyo Harry Sarundajang, di selah-selah mendampingi Menkokesra Agung Laksono melakukan peninjauan terhadap pengungsi kampug Tubir di terminal Paal Dua Kelurahan Paal Dua, Selasa (19/2)lalu, menyerahkan bantuan tanggap darurat bencana bagi masyarakat Kota manado yang mengalami musiba bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada hariMinggu (17/2) beberapa waktu lalu.

Adapun bantuan sebesar Rp. 200 Juta tersebut telah diserahkan langsung oleh Gubernur Sarundajang yang diterima Wali Kota Manado Vecky Lumentut. Gubernur mengatakan, Pemprov Sulut telah menyiapkan dana tanggap darurat untuk membantu bagi masyarakat yang menjadi korban bencana di daerah ini. Tentunya bantuan yang diberikan ini, merupakan bentuk kepedulian Pemprov Sulut bagi warganya di daerah ini.

Untuk itu kiranya lewat bantuan ini akan membantu meringankan beban hidup dari masyarakat korban bencana, harap Sarundajang.

Sumber: fokusmanado.com

Pengembang Kawasan Perumahan Elit Citra Land Diminta Bertanggung Jawab

http://www.fokusmanado.com/search/label/Deprov
Kantor DPRD Sulut 
MANADO, FOKUSMANADO.COM - Pengembang perumahan Citraland harus bertanggungjawab atas peristiwa longsor yang menelan sejumlah korban jiwa pada hari minggu lalu, Pihak pengembang dianggap lalai karena tidak memperhatikan keseimbangan lingkungan sehingga berdampak pada terjadinya bencana.
Desakan ini disampaikan sejumlah Wakil Rakyat di DPRD Sulut.

Menurut Wakil Ketua DPRD Sulut Sus Sualang-Pangemanan mengungkapkan, kemungkinan besar konsep pembangunan perumahan itu tidak sesuaikan dengan struktur tanah di wilayah itu, karena dari amatannya, sebagian besar rumah-rumah yang berada dikawasan di Citraland berada di lokasi rawan bencana.

Desakan serupa juga disampaikan Joudy Watung Wakil ketua DPRD Sulut dari Partai Demokrat. Menurut Watung, dirinya mendukung langkah Dinas PU yang berencana untuk memanggil para pengembang perumahan terutama Citraland. Ditegaskannya, Citraland harus bertanggungjawab karena lokasi perumahan tersebut tidak lagi memperhatikan kaidah lingkungan dan kurang mempertimbangkan keselamatan penghuni.

sementara anggota komisi III Edyson Masengi mengatakan, peristiwa ini menjadi pelajaran bagi pemerintah kabupaten/kota agar ke depannya pemerintah lebih selektif dalam mengeluarkan ijin pembangunan perumahan.

“Kami berharap pemerintah kabupaten/kota lebih selektif untuk mengeluarkan ijin untuk bangunan perumahan, Penegakan aturan harus diutamakan agar kejadian ini tidak terulang kembali ‘kata Masengi

Sementara itu, pakar Tata Ruang  Noviati MURP mengatakan, kesalahan bukan pada pengembang perumahan, melainkan pihak yang mengeluarkan ijin pembangunan. dirinya mengatakan,  pemerintah selama ini terkesan hanya mengejar pemasukan PAD dalam mengeluarkan Ijin Mendirikan Bangunan IMB sehingga mengakibatkan banyak bermunculan bangunan yang tidak lagi memerhatikan aspek lingkungan.

 Padahal katakannya,  lingkungan menjadi komponen yang wajib dipertimbangkan dalam mengeluarkan ijin tersebut.  Pada hakekatnya bertujuan untuk mengendalikan pembangunan agar berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan.

“Bangunan-bangunan baru yang tidak memperhatikan aspek lingkungan menjadi salah satu faktor penyebab banjir dan longsor yang baru-baru ini kembali menerjang kota Manado ,":tuturnya.

Noviati berharap ke depannya nanti pemerintah lebih ketat lagi dalam mengeluarkan IMB  sehingga potensi bencana alam bisa diminimalisir.

Sumber: fokusmanado.com

Olvie Ateng Optimis Perda DAS Tondano Segera Terbentuk

http://www.fokusmanado.com/search/label/Manado
Kepala BLH Provinsi Sulut Olvie Ateng 
MANADO, FOKUSMANADO.COM - Kendati saat ini Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, masih dalam proses perampungan, akan tetapi pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sulut sangat optimis dalam waktu dekat Ranperda tersebut akan ditetapkan Perda.

Menurut Kepala BLH Provinsi Sulut, Olvie Ateng, saat ini pihaknya sementara merampungkan beberapa item yang harus dilengkapi untuk dibahas bersama Pansus DAS Tondano.
“Intinya, BLH tidak menghambat soal penetapan Perda DAS Tondano, karena BLH sendiri sangat mendukung terbentuknya Perda tersebut, sebab sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ibu Olvie sapaan akrabnya kepada fokusmanado.com, Selasa (19/2) lalu.

Selain itu kata Ibu Olvie, Perda DAS Tondano sangat baik menjadi payung hukum.

“DAS Tondano yang sangat kompleks kepentingan seperti sebagai sumber air minum, kebutuhan pertanian, perikanan, dan sebagainya, diharapkan bisa mendapatkan penanganan yang lebih tepat dengan dukungan hukum. Pihak pemerintah terus melakukan upaya untuk membenahi permasalahan lingkungan. Sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang bahwa pengelolaan lingkungan merupakan tanggung jawab semua pihak, tentu bukan hanya pemerintah saja tapi masyarakat umum harus membantu penanganannya,” papar Olvie, sembari menambahkan, kehadiran dari Perda tersebut akan memberikan dampak positif bagi antara lain disektor lingkungan hidup, karena diharapkan kualitas air di sungai akan meningkat.

“BLH sudah melakukan koordinasi dengan Pansus DAS Tondano soal jadwal pembahasan, tinggal menunggu waktu yang tepat. Yang pasti, dengan hadirnya Perda tersebut dapat memberikan sumbangsih terhadap pelestarian lingkungan hidup, khususnya DAS Tondano,” tutupnya.

Sumber: fokusmanado.com

Wakil Wali Kota Manado Turun Langsung Beri Bantuan Warganya Yang Kena Bencana

http://www.fokusmanado.com/search/label/Manado
Wakil Wali Kota Manado Harley Mangindaan
saat bersama warga Manado waktu usai Bencana
MANADO, FOKUSMANADO.COM - Usai menyalurkan bantuan dan melakukan tindakan evakuasi terhadap korban bencana banjir dan tanah longsor sejak Minggu (17/02) beberapa waktu lalu, Wakil Wali Kota Manado,DR (C) Harley Alfredo Benfica Mangindaan SE MSM, bersama anggota Indonesia Offroad Federation (IOF) Manado, Generasi Muda - Forum Keluarga Putra Putri TNI/Polri (GM-FKPPI) Sulut, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Manado, serta bantuan dari IOF Minut berkeliling Manado menyalurkan serta mengawasi pendistribusian bantuan bahan natura kepada para korban bencana hari ini.
"Hari ini saya bersama rombongan berkeliling Manado menyalurkan serta mengecek distribusi bantuan pasca bencana dari Kecamatan Paaldua, Tikala, Tuminting, Bunaken, Singkil, Wanea, Wenang dan Sario" ujar Mangindaan.

Mangindaan menambahkan, pihaknya juga telah mengarahkan ormas-ormas lain untuk memberikan bantuan ke seluruh Kecamatan yang tertimpa bencana.

"Saya berharap bantuan tersebut langsung disalurkan ke keluarga-keluarga yang berhak menerima, baik di Kecamatan yang sudah memiliki dapur umum, maupun yang belum memiliki dapur umum,"pungkasnya.

setelah mengakhiri proses penyaluran bantuan di kawasan SD Negeri 98 Manado yang masih porak poranda akibat banjir yang menghantam sekolah tersebut. Namun berkat bantuan warga, seluruh kelas sudah dibersihkan kembali.

Selanjutnya Wawali yang enerjik ini menghadiri prosesi pemakaman dari ketiga korban longsor di Kelurahan Tingkulu. Hingga hari ini tercatat korban yang meninggal sebanyak 10 orang (9 meninggal akibat longsor, 1 orang akibat banjir). 1) Megy Riska Ruru (22 tahun); 2) Gracia C. Gosal (3 tahun 5 bulan) , 3) Stefany Ribka L. Gosal (10 tahun); ketiganya warga Kelurahan Tingkulu Lingk. VIII; 4) Charles Tarore (28 tahun), kelurahan Tingkulu Lingk. V; 5) Budi Astanto (42 tahun), Wale Alumbanua Lingk. IX Paal Dua; 6) Vicky Beu Tatimu (16 tahun), Ranomut Lingk. II; 7) Ismail Pulumodojo (10 tahun), Paal IV Lingk.VI; Tommy Maripi (28 tahun), warga Karombasan Selatan yang meninggal akibat longsor di Citra Land wilayah Kabupaten Minahasa; 9) Ridel Lintongan (4 tahun), Singkil I Lingk. V; Justin Rompas (46 tahun), Ternate Tanjung Lingk. II, merupakan satu-satunya korban yang meninggal akibat banjir.

Sumber: fokusmanado.com

Pemprov Sulut Galang Dana Bantu Korban Banjir di Manado

http://fokusmanadofoto.blogspot.com/2013/02/pemprov-sulut-mengalang-dana-untuk.html

Pemprov Sulut Mengalang dana

Untuk Membantu Korban Banjir di Manado

PEMPROV SULUT, FOKUSMANADO.COM- Anggota Korpri Provinsi Sulut, Senin (18/2) lalu, melakukan aksi sosial spontanitas dengan mengalang dana untuk membantu korban banjir dan tanah longsor yang terjadi di daerah ini beberapa hari lalu. Aksi yang berlangsung, usai pelaksanaan apel Korpri di ruang Mapalus Kantor Gubernur itu, dipimpin WagubDr.Djouhari Kansil MPd bersama Sekprov yang juga selaku Ketua Umum Korpri Sulut Ir. Siswa R Mokodongan.

Dari aksi sosial spontanitas itu berhasil terkumpul sumbangan sebesar Rp.60 juta.
Kansil memberi apresiasi positif kepada seluruh anggota Kopri Sulut yang sangat peduli dengan peristiwa memilukan yang dialami saudara-saudara kita akibat diterjang bencana bajir dan tanah longsor, bahkan dari peristiwa tersebut hingga kini sedikitnya sudah 17 nyawa manusia melayang, yang terakhir jenasah Yustin Rompas warga kombos (42) ditemukan pada subuh pagi kemarin.

"Pemprov Sulut sudah sejak hari Minggu, saat peristiwa terjadi langsung melakukan tindakan tanggap darurat melalui kerja secara nyata, terstruktur dan komprehensif, serta segera memonitor kembali titik-titik lokasi bencana,kondisi korban bencana,"ujar Kansil.

Lanjutnya, sekaligus memberikan bantuan logistik dan memberikan pelayanan kesehatan yangmenyentuh secara langsung para korban bencana.

"Hal terpenting adalah memberikan penanganan terhadap keselamatan jiwa para korban bencana", katanya. Sementara itu Mokodongan menyebutkan, bantuan yang terkumpul ini, akan segera di salurkan. baik dalam bentuk uang maupun makanan kepada para korban,"tandasnya.

Sumber: fokusmanado.com

Benny Ramdhani: Polda Usut Tuntas Bencana Yang Terjadi di Citra Land

Benny Ramdhani Anggota DPRD Sulut 
MANADO, FOKUSMANADO.COM - Bencana yang terjadi baru - baru ini di perumahan Elit ternama di Kota Manado yaitu Citra Land, yang memakan empat korban dikarenakan longsor besar menjadi perbincangan serius baik dari kalangan Pemerintah, Kepolisian, Pengamat politik sampai masyarakat kota Manado.

Menurut Benny Ramdhani Anggota DPRD Sulut, sebagai Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) agar mengusut tuntan khasus bencana yang terjadi di perumahan Citra Land.

"Saya berharap Polda Sulut melakukan pemeriksaan terkait bencana yang terjadi di perumahan Citra Land Manado, karena terindikasi adanya kelalaian dari pihak pengembang dalam membangun perumahan itu,"tegasnya, Selasa (19/2) dini hari.

Lanjutnya, kenapa harus diusut, karena pertama salah satu kelalaian pihak pengembang yaitu dalam membangun perumahan tersebut. Seharusnya dari awal saat membangun perumahan itu sudah ada kajian yang matang dari pihak pengembang, baik dari tata letak perumahan itu, apa aman dari segala bencana atau tidak.

"Perumahan elit Citra Land yang merupakan perumahan elit, seharusnya tidak terjadi bencana yang memakan empat korban meniggal dunia akibat bencana longsor, apalagi korban terinformasi satu keluarga,"tuturnya seraya menambahkan, kalau pihak pengembang sudah melakukan antisipasi dari awal dalam pembangunan itu, pastinya tidak akan terjadi seperti ini.

"Dengan adanya bencana ini, kemungkinan besar adanya kelalaian dari pihak pengembang, akhirnya perumahan itu berpotensi bencana, dan itu bisa dikatakan pengembang lalai dalam membangun perumahan elit di Kota Manado,"pungkasnya.

Sumber: fokusmanado.com